Memori
My best friend came over a few days ago. We talked a lot, catching up about each of us.
There was one topic that we kind of having a deep conversation. She shared an article that her friend forwarded to her and after reading it, I decided to share it here. Unfortunately, I couldn't share the whole of the article because it is quite long. I only share certain part of the message that I want to highlight in this post. The article is from Ust Asraff Ayobb.
Forward message (the article)
Apabila ditanya kepada anak, 'abah tu macam mana?' Apakah persepsi mereka terhadap kita?
Apabila ditanya, 'ibu ok tak?' Adakah memori anak terhadap kita positif atau negatif?
Sahabat semua,
Jika kita sudah tua dan merungut anak tak begitu 'care' kita, tanyakan diri, adakah dahulu kita benar-benar prihatin perasaan anak? Adakah kita pasakkan 'love' dlm hati anak?
Atau, kita hanya sibuk jalankan tanggungjawab wajib : sekolahkan & bagi makan-minum sahaja.
Sedarilah, tanggungjawab lain, love lain.
Mungkin ada yg berdalil, 'kita perlu buat baik terhadap ibu-bapa'. Ya betul, semua anak kita ambil berat ibu-bapanya. Tetapi yg saya tekankan sekarang adalah, degree of caring yg anak kita tunjukkan.
Mengapa ada yg lebih, mengapa ada yang kita rasa kurang?
Mengapa ada anak yang rajin call ibu-bapanya, mengapa ada pula anak yg call sekali-sekala?
Jawapannya terletak kepada MEMORI, apakah ingatan mereka terhadap kita? Adakah wujud simpulan 'love' di dalamnya?
Jika kita menanam 'love', itulah buah yg akan kita petik nanti.
Jika kita menanam benih 'tanggungjawab' & besarkan anak tanpa belaian kasih-sayang bermakna, jangan merungut jika ketika kita tua nanti, mereka melayani kita atas dasar sama.
Mereka hormat & care kita. Tetapi tiada bahasa prihatin & kasih-sayang di dalamnya.
Sekian, pesanan seorang ayah yg anaknya masih kecil, mengharapkan love mereka terhadap ibu-bapanya ini kekal sampai bila-bila.
Mengharapkan dengan love itu, anak-anak setiap hari akan berdoa, bacakan Surah Mulk & sedekahkan sesuatu atas nama ibu-bapanya yg telah pergi ke alam sana di saat kita mungkin keseorangan, tertunggu-tunggu bantuan dari anak soleh/solehah.
I ask myself. What kind of memory (or memories) do I have with them (mak bapak) when I was a child? Were those memories are positive or negative?
I remembered about my conversation with Ibu (friend's mother) which it was kind of related with the article. I even mentioned to her my fave quote "Wounds can be heal, but scars never leave" which to express the meaning of 'can be forgiven but cannot be forgotten."
Ibu corrected me. In life, especially as a Muslim, we should "forgive AND forget".
"Let it go, because if you don't, it will always come back and you will never forget. Let it out. Talk. Tell to those who you believe and care for you. Buang jauh-jauh."
Ibu was totally right.
Then, to let it out, it need some guts and strength. I need some guts and strength. So, at the end of the conversation, it was up to me to choose and to decide. Are you dare enough to do that?
Well, still working it out. At least now you know how I could come out a song, Tell. Hehe
Okla, nak main balik lagu tu . Lama tak goreng lagu sendiri.
So how about you? What kind of memory (memories) do you have with your parents when you were a child back then? Positive or negative?
There was one topic that we kind of having a deep conversation. She shared an article that her friend forwarded to her and after reading it, I decided to share it here. Unfortunately, I couldn't share the whole of the article because it is quite long. I only share certain part of the message that I want to highlight in this post. The article is from Ust Asraff Ayobb.
Forward message (the article)
Apabila ditanya kepada anak, 'abah tu macam mana?' Apakah persepsi mereka terhadap kita?
Apabila ditanya, 'ibu ok tak?' Adakah memori anak terhadap kita positif atau negatif?
Sahabat semua,
Jika kita sudah tua dan merungut anak tak begitu 'care' kita, tanyakan diri, adakah dahulu kita benar-benar prihatin perasaan anak? Adakah kita pasakkan 'love' dlm hati anak?
Atau, kita hanya sibuk jalankan tanggungjawab wajib : sekolahkan & bagi makan-minum sahaja.
Sedarilah, tanggungjawab lain, love lain.
Mungkin ada yg berdalil, 'kita perlu buat baik terhadap ibu-bapa'. Ya betul, semua anak kita ambil berat ibu-bapanya. Tetapi yg saya tekankan sekarang adalah, degree of caring yg anak kita tunjukkan.
Mengapa ada yg lebih, mengapa ada yang kita rasa kurang?
Mengapa ada anak yang rajin call ibu-bapanya, mengapa ada pula anak yg call sekali-sekala?
Jawapannya terletak kepada MEMORI, apakah ingatan mereka terhadap kita? Adakah wujud simpulan 'love' di dalamnya?
Jika kita menanam 'love', itulah buah yg akan kita petik nanti.
Jika kita menanam benih 'tanggungjawab' & besarkan anak tanpa belaian kasih-sayang bermakna, jangan merungut jika ketika kita tua nanti, mereka melayani kita atas dasar sama.
Mereka hormat & care kita. Tetapi tiada bahasa prihatin & kasih-sayang di dalamnya.
Sekian, pesanan seorang ayah yg anaknya masih kecil, mengharapkan love mereka terhadap ibu-bapanya ini kekal sampai bila-bila.
Mengharapkan dengan love itu, anak-anak setiap hari akan berdoa, bacakan Surah Mulk & sedekahkan sesuatu atas nama ibu-bapanya yg telah pergi ke alam sana di saat kita mungkin keseorangan, tertunggu-tunggu bantuan dari anak soleh/solehah.
I ask myself. What kind of memory (or memories) do I have with them (mak bapak) when I was a child? Were those memories are positive or negative?
I remembered about my conversation with Ibu (friend's mother) which it was kind of related with the article. I even mentioned to her my fave quote "Wounds can be heal, but scars never leave" which to express the meaning of 'can be forgiven but cannot be forgotten."
Ibu corrected me. In life, especially as a Muslim, we should "forgive AND forget".
"Let it go, because if you don't, it will always come back and you will never forget. Let it out. Talk. Tell to those who you believe and care for you. Buang jauh-jauh."
Ibu was totally right.
Then, to let it out, it need some guts and strength. I need some guts and strength. So, at the end of the conversation, it was up to me to choose and to decide. Are you dare enough to do that?
Well, still working it out. At least now you know how I could come out a song, Tell. Hehe
Okla, nak main balik lagu tu . Lama tak goreng lagu sendiri.
So how about you? What kind of memory (memories) do you have with your parents when you were a child back then? Positive or negative?

Comments
Post a Comment